Dalam penguasaan mata pelajaran Matematika, anak-anak Korea Selatan berada di peringkat pertama dari 57 negara, sedangkan Indonesia berada di urutan ke-49. Di bidang sains, anak-anak Indonesia menduduki peringkat ke-50 dari 57 negara, namun anak-anak Korea Selatan bertengger di posisi ke-7.
"Angka ini pasti mengecewakan, padahal selama ini di Indonesia belajar dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Nah, kalau anak Indonesia dipaksa belajar dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya, dapat dipastikan akan lebih mengecewakan lagi," ujar Hywel dalam penelitiannya.
Menurutnya, hampir di semua negara dengan tingkat perekonomian yang kuat di dunia, pembelajaran bagi para siswa menggunakan bahasa ibunya sebagai bahasa pengantar, semisal bahas Jerman, Inggris, Jepang, Korea Selatan, dan lain-lainnya. Sebaliknya, di negara-negara miskin dan berkembang memakai atau mulai memakai bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di sekolah seperti Afrika, Pakistan, Indonesia dan sebagainya.
"Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, terutama tingkat SD, tidak membantu suatu negara untuk menjadi maju, tetapi malah bisa menghambat," ujarnya.
- _There are no comments yet





