_Account
_news_top_menu_item _articles_top_menu_item _bx_events_menu_root _bx_blog_Blogs _bx_forums _bx_groups_menu_root _Categories _bx_files_top_menu_item _board_top_menu_item _chat_top_menu_item  
 
  •  
 
 
 
_articles_bcaption_view_main
21.03.2010

SESAMA guru IPS hendaknya mampu melakukan kolaborasi efektif agar menghasilkan pembelajaran efektif melalui team teaching. Dengan demikian, akan terjadi inovasi pembelajaran berarti bagi peserta didik. Demikian ditegaskan Ketua Tim Pengembang IPS FISE UNY Sardiman. Dalam pembelajaran IPS, masih jarang guru yang menerapkan team teaching secara sungguhsungguh.

Kemungkinan hal itu disebabkan oleh faktor kultur dan struktur merupakan penyebabnya. Secara kultur, para guru IPS masih kikuk melaksanakan team teaching, terutama antara guru senior dengan yunior. Sementara,secara struktur,banyak yang menolak penghargaan yang sama terhadap team teaching oleh sekolah dan Dinas Pendidikan. Sardiman berharap para guru tidak sekadar memandang dari penghargaan jam mengajar dalam team teaching.

 Terpenting adalah menyajikan pembelajaran IPS menarik dan menantang untuk peserta didik. Sebab, pembelajaran yang bermakna adalah apabila menyenangkan, tidak membebani,dan bisa digunakan untuk hidup. Anggota tim pengembang IPS FISE UNY Muhsinatun meminta guru tidak lupa mengintegrasikan nilai-nilai sosial kemasyarakatan dalam pembelajaran IPS.Kemampuan guru membelajarkan IPS secara terpadu akan tercapai apabila dilakukan uji coba terus-menerus.

“Apabila para guru tidak berusaha mencoba,pembelajaran terpadu dalam IPS hanya akan menjadi angan-angan selamanya,” kata Muhsinatun. Menurut pengamatan Muhsinatun, selama mendampingi para guru, mereka masih sulit melakukan integrasi penuh dalam pembelajaran IPS.Namun, setidaknya guru telah mencoba menghubungkan materi utama pembelajaran dengan materi yang lain.

Sementara, staf pengajar UNY Mukminan menegaskan, kurikulum standar Social Studies atau IPS akan powerfull atau bermakna kalau disajikan secara terpadu,siswa aktif,fenomena harus diambil dari kehidupan nyata siswa dan lingkungannya.

IPS terpadu menjadi komitmen nasional dalam produk hukum Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No22 Tahun 2006, di mana mata pelajaran SMP IPS dibelajarkan secara terpadu. Desainnya sebenarnya dengan single teaching, tetapi dalam masa transisi, team teaching merupakan langkah paling tepat.Selain menekankan pentingnya pembelajaran berbasis pada lingkungan,Mukminan menekankan penggunaan media secara optimal. (hermansah)
 Sumber : Seputar-Indonesia.Com

 
_articles_bcaption_view_comment
_Order by 
_Results per page 
 
  • _There are no comments yet
_articles_bcaption_view_action
_articles_bcaption_view_vote
0 _votes
_copyright