_Account
_news_top_menu_item _articles_top_menu_item _bx_events_menu_root _bx_blog_Blogs _bx_forums _bx_groups_menu_root _Categories _bx_files_top_menu_item _board_top_menu_item _chat_top_menu_item  
 
  •  
 
 
 
_Actions
_Rate
0 _votes
_Overview

BLOG LINDA

_bx_blog_Categories
Health (1 _bx_blog_posts)
Tech News (2 _bx_blog_posts)
Kunci Jawaban UN Sempat Beredar Lewat SMS
Kunci Jawaban UN Sempat Beredar Lewat SMS
_x_day_ago 0 _comments _Categories: Pendidikan _Tags: pendidikan, UN, SMS

Kunci jawaban soal Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sempat beredar lewat layanan pesan singkat (SMS) di kota ini.

"Informasi beredarnya kunci jawaban soal UN lewat SMS memang ada dan asli. Tetapi, kunci jawaban tersebut palsu," kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus, Sunarto, usai melakukan pemantauan UN di sejumlah sekolah di Kudus, Senin.

Ia berharap, siswa tidak mudah terjebak dengan isu kunci jawaban soal UN yang beredar lewat SMS. "Ada kecendrungan siswa memang tertarik dengan hal-hal yang instan," ujarnya.

Sebelumnya, kunci jawaban soal UN lewat SMS diterima salah seorang siswa SMA NU Al Ma`ruf Kudus dan dimungkinkan tersebar di kalangan siswa.

Selanjutnya, siswa tersebut melaporkan SMS yang berisi kunci jawaban soal UN tersebut kepada guru sekolah.

Menanggapi temuan kunci jawab soal UN lewat SMS, salah seorang guru SMA NU Al Ma`ruf, Nasikun mengakui, salah seorang siswanya menerima SMS yang berisi kunci jawaban soal UN.

"Tetapi, siswa diimbau untuk tidak mempercayai SMS tersebut karena tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Pernyataan senada juga diungkapkan Kepala Sekolah SMA NU Al Ma`ruf, Munawar Cholil mengatakan, isu bocoran kunci jawaban soal UN tidak perlu direspon, karena tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Sejak awal, semua siswa kami tekankan untuk belajar tekun dan jangan mudah percaya dengan isu bocoran kunci jawaban soal UN," ujarnya.

Sebelumnya, kata dia, siswanya yang berjumlah 416 orang mengikuti latihan ujian sebanyak tiga kali.

"Penambahan jam pelajaran juga dilakukan sejak November 2010," ujarnya.

Berdasarkan hasil pantauan Komisi D DPRD Kudus di tiga sekolah, yakni SMK Tamansiswa, SMA 1 Mejobo, dan SMA NU Al Ma`ruf tidak ditemukan adanya kecurangan pelaksanaan UN.

Selain itu, anggota dewan juga tidak menemukan adanya siswa yang berhalangan mengikuti UN.(ANT/A024) Sumber: Antara.CO.Id

_Comments
_Order by 
_Results per page 
 
  • _There are no comments yet
_copyright